ARTICLE

Written by admin 23/09/20

Memanfaatkan Insentif Pajak di Tengah Pandemi

Pertumbuhan wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang meningkat setiap harinya sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat khususnya pada aspek keuangan. Wabah ini membuat banyak individu mengalami pengurangan pendapatan yang drastis bahkan hingga hilang pekerjaan. Sehingga, jika terus dibiarkan secara keseluruhan, maka Negara berangsur-angsur akan mengalami krisis keuangan hingga berdampak resesi ekonomi.

Untuk mencegah dan menanggulangi masalah tersebut pemerintah telah mengeluarkan beberapa peraturan dan kebijakan yang salah satunya ialah PMK 110/PMK.03/2020 tentang Perubahan atas PMK No. 86/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 dengan memberi insentif pajak bagi pegawai maupun pengusaha. Hal tersebut dilakukan agar dapat menjaga kestabilan perekonomian Negara dan membantu masyarakat yang terkena dampak negatif dari wabah tersebut. Sebagai seorang pegawai atau pengusaha, ada beberapa jenis insentif pajak yang dapat Anda manfaatkan untuk membantu keuangan serta usaha Anda menjadi lebih baik. Berikut ini beberapa jenis insentif pajak yang telah dikeluarkan Pemerintah untuk membantu para pegawai atau pengusaha.

  1. PPh Pasal 21 
  • Insentif yang diberikan berupa penanggungan pajak penghasilan pegawai oleh pemerintah (DTP).
  • Penerima insentif PPh Pasal 21 DTP ini ialah pegawai yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang industri tertentu (KLU), perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan perusahaan di Kawasan Berikat.
  • Penghasilan pegawai yang PPh-nya ditanggung pemerintah ini dibatasi nilainya tidak lebih dari Rp 200 juta setahun, harus memiliki NPWP dan hanya untuk masa pajak April hingga Desember 2020.Sedangkan untuk pertanggung jawabannya yang berupa laporan realisasi PPh pasal 21 DTP, paling lambat dilaporkan tanggal 20 di bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.